Bulan ini masih terasa semangat emansipasi yang dilahirkan oleh sang pembawa perubahan dan penegak emansipasi wanita yang dimulai sejak masa penjajahan dulu. Iya, Raden Ajeng Kartini namanya. Sosok pahlawan yang sudah tidak asing lagi di telinga kita, para penerus bangsa.
Semoga dalam rangka mengisi pembangunan Indonesia, kita dapat menauladani kiprah dan sepak terjang para pahlawan yang sangat berjasa untuk Indonesia, salah satunya Kartini.
Bulan ini, dalam rangka memperingati ulang tahun Kelompok Studi Walisongo (KSW) ke 57, KSW mengadakan berbagai perlombaan dan perayaan untuk memeriahkannya. Ada lomba Volly, Bola futsal, Tarik Tambang, dll. Nah, ada juga lomba melukis sketsa R.A. Kartini.
Awalnya saya ragu untuk ikut, tapi akhirnya demi berpartisipasi dan juga diajak sang Guru (Muhammad Syarkowi dan Shohibul Adhkar/Bihos) untuk ikut bikin lukisan, okelah saya ikut juga. Meskipun telat ngasih ke panitia, paling nggak masih bisa berkarya. Meskipun kalah hahaha
Ini dia gambar kedua yang saya lukis di Mesir setelah gambar Anwar Sadat. Sudah lama nggak ngelukis sejak tahun 2005 di Gontor. Hehe, udah kaku tangannya.
Learn more »
Ketika takbir berkumandang menyambut esok hari yang merupakan Hari Besar Islam yaitu Idul Fitri 1433 H di Mesir, IKPM Cabang Kairo menggelar acara Gebyar Malam Takbiran atau yang disingkat dengan Getar di Mukhoyyam Kairo Mesir.
Kali ini banyak acara yang ditampilkan, ada lomba takbiran, ada lomba sholawatan dan penampilan musik juga, dan juga ada penampilan bela diri dari Perguruan Tapak Suci yang berada di Cairo
Learn more »
Awalnya saya penasaran dengan penulis novel yang novelnya terjual lebih dari satu juta copy ini. Iya, Ahmad Fuadi namanya. Ia adalah penulis novel "Negeri 5 Menara" yang terkenal itu. Secara teknis, mungkin bisa dikatakan kalau ia adalah salah satu kakak kelas saya. Ya dong, lha wong kita sama-sama sekolah di Gontor dulu, cuma bedanya dia lulus duluan pas tahun 1992, sedangkan saya tahun 2007.
Saat itu, Kang Ahmad Fuadi baru saja tur keliling dunia dalam rangka mengisi undangan wawancara atau seminar tentang novel-novelnya yang menggetarkan para pembaca di dunia. Nah, kemudian ia memanfaatkan turnya itu untuk mengunjungi Mesir. Akhirnya, IKPM Kairo punya inisiatif untuk mengadakan seminar tentang novelnya "Negeri 5 Menara" di Mesir, mungkin acara ini sekaligus kumpul-kumpul alumni Gontor hehehe.
Mulanya saya ingin melihat gimana sih penulis novel terkenal itu? Kerenkah dia sehingga harus slalu berjabat tangan dengannya, harus foto dengannya? Hehe ternyata perasaan saya terlalu berlebihan. Sebenarnya ia biasa-biasa saja. Nggak ada sesuatu yang kelihatan menonjol dalam penampilannya. Tapi memang betul, ketika dia berbicara tentang Man Jadda Wajada, salah satu slogan novelnya itu, ia terlihat luar biasa. Seakan slogan itu sudah mendarah daging pada novelnya yang memberi inspirasi banyak orang itu.
Di bawah ini ada momen yang saya abadikan dengan foto handphone saya sendiri hehehe, jelek kameranya.
Learn more »